Cerita Tentang Uang

12:15:00 AM

Assalamu'alaikum, 
Ide ini terpikir setelah aku menyusun template excel baru catatan keuangan saya. Sempat beberapa bulan ini saya memang tidak mencatat keuangan gara-gara tablet saya rusak. Seumuran saya memang dalam masa yang sedang menikmati hasil kerja sendiri. Setahun sudah saya lepas beban finansial dari bapak :). Tetapi sebenarnya banyak pernyataan-pernyataan usil yang menggelitik pikiran saya. Seperti
"aaah aku kan masih single, uang ya buat seneng-seneng sendiri" atau
"lah nanti aja lah investasi, kalau sudah nikah" atau
"aku gak ngerti sama investasi, pusing aaah".
Ya memang benar, saya pun juga sedang dalam masanya menikmati uang hasil kerja sendiri. Tetapi saya pengen banget yang namanya bebas finansial di usia muda, jadi gak bisa dong uang saya cuma dihabisin saat ini saja. Ada teman yang pernah nyelutuk, gak menikmati banget sih. Saya juga menikmati hasil kerja sendiri kok, buktinya saya masih bisa belanja, masih bisa jalan-jalan, masih menyempatkan buat perawatan :). Sejak kuliah saya memang suka membaca buku tentang financial planning dan tentang investasi, tetapi kenyataannya tidak semudah teori lo :). Ketika saya merasakan ternyata mempunyai dana cadangan sebesar lima kali gaji tidak semudah itu, kamu membutuhkan effort untuk mendapatkannya. Ditambah lagi ternyata ketika saya merasakan risiko investasi benar adanya, dulu yang terbersit hanya keuntungan yang didapat :P.
Sebenarnya disini saya tidak mau meng highlight tentang investasi tetapi curhat tentang betapa mengelola keuangan supaya bisa tetap happy di masa muda tetapi tetap kaya, hahaha ternyata tidak gampang. Masa iya saya harus menunggu umur 40 tahun baru sukses, iya kan? :P
Hal yang sebenarnya simple, tapi susah konsisten itu mencatat arus keuangan kita. Ini penting banget karena dari sini kita bisa tahu, pemasukan bulan ini berapa dan pengeluaran berapa. Dari sini lah kita bisa mendeteksi kebocoran keuangan kita dalam satu bulan dan mungkin bisa kita perbaiki dibulan depan. Atau ternyata setelah membuat catatan arus kas saya baru benar-benar tahu pemasukan bulan ini berapa, kalau gaji memang kisarannya sudah pasti. Tetapi bagi orang yang tidak bisa diem seperti saya :P kadang saya mendapatkan penghasilan dari freelance yang tidak pasti. Pernah pada suatu ketika saya belanja lumayan heboh dalam satu bulan, terus waktu akhir bulan saya baru ngeh, saya dapat uang dari mana ya??. Gawat kan kalau itu sering terjadi,hehehe. Tetapi yang namanya nyatetin pengeluaran tiap hari ini ada kalanya bosen. Dulu saya catat dengan menggunakan buku, sampai tebal banget karena penuh dengan struck belanja dan ujung-ujungnya saya buang waktu pindah rumah. Pernah juga pakai aplikasi di android tapi saya lupa apa namanya karena tablet saya sempat rusak dan hilang sudah semuanya. Sekarang saya buat pakai excel, Insha Allah, semoga yang ini bertahan lama.
Yang kedua, bagilah uang di awal bulan dalam amplop yang berbeda. Kalau saya amplop itu berupa rekening tabungan. Beberapa teman saya banyak yang tanya 
"Kenapa sih kamu punya banyak rekening, sayang uang administrasinya tau"
Kalau bagi saya, ibaratnya mending saya kehilangan misal 100 ribu/ bulan untuk biaya administrasi dan transfer daripada saya gak punya apa-apa. Saya orangnya mah gatel kalau lihat duit, tidak lama pasti berubah jadi printilan-printilan cantik, hahaha. Jadi awal bulan saya langsung transferin sesuai posnya dan saya hanya boleh pakai uang di satu rekening saja. 
Punya dana cadangan 5 kali biaya hidup sebulan atau 5 kali gaji. Ini adalah hal yang pertama harus dilakukan ketika mulai punya penghasilan sendiri. Serius ini sangat-sangat tidak gampang. Kamu butuh effort dan disiplin yang tinggi untuk mendapatkannya. Kenapa dana cadangan penting? Dana cadangan itu hal yang membuat hidup kamu lebih wise ketika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Misal ada kebutuhan mendadak, dipecat dari kerja, usaha bangkrut, investasi rugi, dsb. Investasi kamu anjlok banget pun, seengaknya masih bisa tidur nyenyak,hohoho. Intinya kalau terjadi sesuatu, seenggaknya kamu masih bisa hidup 5 bulan tanpa bekerja. Nah, ini sih saya juga belum sampai, baru mencicil dan baru tahu betapa susahnya lo menerapkan teori si dana cadangan ini.
Sekarang pertanyaannya, kapan aku seneng-senengnya kalau begitu? hahaha. Tadi loh, di amplop-amplop yang berbeda kamu bisa taruh dana seneng-seneng, misal untuk traveling, beli gadget terbaru 2 bulan lagi, beli lipstick highend brand, perawatan dsb. Kalau masalah persentase itu pintar-pintar saja mengaturnya kepuasan seseorang kan berbeda-beda.
Investasi, nah ini nih si topik kontroversial *lebay. Kalau saya investasi ini dikhususnya untuk sesuatu yang berdana besar dan jangka panjang. Semisal saya mau punya first property di umur sekian, mau punya dana untuk modal usaha, dana pensiun, pergi haji, beli mobil, dsb. Kebutuhan seperti itu menurut saya susah kalau hanya saving seperti pos senang-senang tadi. Kalau belum mau berpikir lebih jauh sih sebaiknya fokus ke dana cadangan dulu. Saya tidak mau curhat banyak tetang investasi, tetapi yang jelas sekarang yang namanya instrument investasi sudah banyak kemudahannya, tidak harus punya uang banyak dulu baru investasi. Oh iya, tetapi jangan sampai investai tanpa tujuan ya, seenggaknya tetapkan dulu, saya mau investasi di media ini untuk apa. Itu akan menyelamatkan kita dari tindak gegabah ketika investasi tidak berjalan mulus.
Skala prioritas, sebagai seorang staf biasa dan tentunya bukan di perusahaan multinational :P untuk mencapai semuanya harus ada skala prioritas. Ibaratnya harus ada yang dikorbankan demi mendapatkan kepuasan yang diinginkan, kalau teori mikronya itu teori utilitas dan budget constraint,hehe. Misal nih 
"hanya boleh ngopi di x-buck 2 kali seminggu" atau
"bawa bekal lunch di kantor"
Kelihatannya kecil tetapi lumayan berpengaruh lo, kalau saya sih lebih memilih masak sendiri dari pada makan di luar setiap hari. Alesannya karena, di tempat saya tinggal sekarang, makan diluar itu kadang tidak sesuai selera, jadi saya tidak merasa dirugikan dengan sedikit effort memasak sendiri di rumah. Yang kedua, karena sedang tidak tinggal di Jakarta saya membatasi belanja online dengan kurir JNE, kalau bisa yang free seluruh Indo atau dengan pos, kalau pun terpaksa JNE tidak boleh lebih dari 2 item dalam satu bulannya. Waktu awal-awal pindah dari Jakarta saya sempat shock ketika tahu dalam sebulan hampir 300 ribu hanya untuk ongkos kirim. Pokoknya harus jadi smart buyer. Pokoknya kamu bisa memilih apa saja yang bisa dikorbankan dengan tidak begitu mengurangi kepuasan kamu, demi amplop-amplop kebahagian tadi :P.
Dan yang paling penting itu, disiplin, ini datangnya harus dari hati :P. Kadang-kadang ada godaan
"udah gak usah transfer di amplop yang itu, bulan depan aja" 
Hadooh, setan memang pinter sih goda manusia :P.
Saya menulis ini bukan berbagi tips, karena saya belum dapat pencapaian apa-apa. Semua ini untuk reminder saya sendiri, malu kan kalau sampai ada orang lain baca dan mungkin menerapkannya, saya nya malah mangkir,hehehe. Kalau ada yang punya cara-cara lain, atau sudah melewati masanya, my pleasure to hear your story, please share with me :)


love


A

You Might Also Like

7 comments

  1. menyimpan uang dalam amplot berbeda sangat membantu, mba. biar bisa tetap on the right track. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. he-eh kl gak gitu bisa bablas nih duitnya entah kemana :P

      Delete
  2. Masih single banyak godaannya mba, saya pribadi mash kacau ngatur post2 pengeluaran. tapi ga tau ada hubungannya atau ngga teman malah nyaranin tuk nikah, hehe... dia blg secara otomatis tau prioritas

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, kynya kl udah nikah butuhnya lebih banyak lagi mas :P tapi boleh juga itu sarannya,hehehe

      Delete
    2. Uang memang tak bersahabat ya mbak, saya selalu saja tidak berhasil berteman dengan uang, beberapa rencana dibuat dan kandas tengah jalan.

      Delete
    3. diajak temenan baik dong mas uangnya :P iya kalau ga disiplin memang susah mas buat merealiasikan rencana2 yg sudah dibuat,

      Delete
  3. Postingan yang bener-bener membantu remaja untuk bisa bersikap dewasa dalam masalah keuangan kak :")


    The-History-Of-Rarachan.blogspot.com

    ReplyDelete

I'm happy to read and reply your comment^^

Subscribe